WAREHOUSE
MANAGEMENT
Secara
ringkas warehouse management (manajemen gudang) diartikan pengelolaan dari
aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara.
Gudang
berfungsi sebagai pusat logistik namun tidak memberi nilai tambah secara
langsung, sehingga prestasi kerja tidak begitu terlihat.
Jadi
sesempurnanya sebuah gudang, memang begitulah seharusnya dan bukan sebuah
prestasi. Misalkan biaya gudang ditarget harus di bawah 5% dari total biaya
yang dikeluarkan, ini sangat sulit dicapai, tetapi ketika kita mencapainya
tidak ada prestasi tersendiri, lumrah. Beda dengan sales yang bisa
sekreatif mungkin memainkan angka-angka..

Pengelolaan
fungsi gudang yang baik ikut berperan penting dalam kesuksesan
perusahaan.Aktivitas pengelolaan gudang yang efektif dan efisien perlu dipahami
agar fungsi gudang bisa lebih ditingkatkan. Berikut aktivitas yang dilakukan
dalam pengelolaan gudang:
1.
Penerimaan
2.
Penyimpanan
3.
Pengendalian/Perawatan
4.
Pengeluaran
/ Distribusi
5.
Pelaporan


Hal-hal yang perlu
dilakukan pada saat penerimaan material adalah :
1.
Pemeriksaan
dokumen (Delivery Order, Surat Jalan, dll)
2.
Barang
yang belum diperiksa disimpan di “TRANSIT AREA”
3.
Pemeriksaan
Mutu (Incoming Quality Control)
100 % inspection
100% inspection
dilakukan untuk :
1.
Supplier
baru.
2.
Produk
baru.
3.
Inkonsistensi
kualitas material.
4.
Ada
masalah baru yang timbul.
Sampling inspection
Metode sampling
dilakukan bila :
A.
Kualitas
material konsisten.
B.
Tidak
ada masalah yang serius.
4.
Pemeriksaan
quantity barang
5.
Penyelesaian
Administrasi
6.
Proses
Handling yang benar

Hal-hal yang perlu
dilakukan pada saat penyimpanan material :
A.
Penentuan
jumlah unit per kelompok
B.
Barang
kecil dikelompokkan per bungkus dengan quantity
C.
tertentu.
D.
Pemberian
identitas material
E.
dan
tanggal kedatangan.
F.
Penyimpanan
pada layoutnya.
G.
Penyimpanan
di rak secara
H.
sistematis
sesuai pemetaan.
I.
Penyimpanan
berdasarkan
J.
prinsip
FIFO.
K.
Isi
stock card sesuai quantity
L.
material
yang masuk
Pengendalian material
yang dimaksud adalah melakukan kontrol inventory. Kontrol inventory dilakukan
dengan tujuan agar inventory yang ada :
1.
Diketahui
nilainya secara pasti
2.
Diketahui
jumlahnya
3.
Terpantau
pergerakannya
4.
Terpantau
penggunaannya
5.
Cepat
terdeteksi jika terjadi abnormality
Perawatan yang perlu dilakukan terhadap material :
1.
Aktivitas
housekeeping (5R)
2.
Pemeriksaan
kembali untuk material yang telah disimpan dalam kurun waktu tertentu.
3.
Perlakuan
khusus untuk kondisi khusus
Sebagai lokasi transit sementara sebelum didistribusikan ke
proses berikutnya, gudang berperan penting dalam penyediaan material untuk
proses produksi. Untuk itu, sebelum material didistribusikan ke proses yang
memerlukannya, perlu dilakukan penyiapan secara fisik material dan secara
administrasi agar fungsi gudang sebagai pusat logistik berperan maksimal..
Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam penyiapan dan distribusi material :
1.
Ketepatan
jenis dan quantity material yang diprepare terhadap kebutuhan proses atau terhadap
permintaan.
2.
Ketepatan
waktu distribusi untuk menghindari waktu yang hilang (downtime)
3.
Dokumentasi
Dari setiap transaksi keluar masuknya material dari dan ke
gudang material, ada poin poin penting yang harus disajikan dalam bentuk
pelaporan. Laporan-laporan tersebut adalah :
1.
Laporan Incoming Material
Mencakup semua transaksi incoming
material
2.
Laporan Stock Material
Melaporkan kondisi stock material
yang digunakan sebagai pertimbangan untuk menyusun penjadwalan produksi dan
data untuk monitoring inventory
3.
Laporan Outgoing Material
Mencakup semua rekord transaksi
material yang keluar dari gudang material, baik ke produksi atau ke workstation
lainnya.
Dari update ketiga laporan diatas, dapat ditarik laporan
turunan yang dipergunakan sesuai keperluan dan tujuan masing-masing pihak
terkait.
Khusus bagi material control, ketiga data tersebut diperlukan
untuk monitoring status purchase order, ketersediaan material untuk produksi,
monitoring penggunaan material, pelaporan ke manajemen dan sebagai dasar penyusunan
material requirement planning secara periodik.
LAYOUT
Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan
efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang
terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses,
fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra
perusahaan
Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah
strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara
diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.
Perencanaan layout menurut James A Moore adalah
rencana dari keseluruhan tata letak fasilitas industri yang didalamnya,
termasuk bagaimana personelnya ditempatkan, alat-alat operasi gudang,
pemindahan material, dan alat pendukung lain sehingga akan tercipta suatu
tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan menggunakan
fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan
Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya
mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:
1.
Pemanfaatan
lebih tinggi atas ruang, fasilitas, tenaga kerja dan biaya.
2.
Perbaikan
aliran informasi, barang atau tenaga kerja.
3.
Meningkatkan
moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
4.
Meningkatkan
interaksi perusahaan dengan konsumen.
5.
Peningkatan
fleksibilitas.
Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan
sebagai sesuatu yang
dinamis dan mempunyai fleksibilitas.

Prinsip dasar
penyusunan layout :
1.
Integrasi
secara total terhadap faktor-faktor produksi.
2.
Jarak
pemindahan bahan paling minimum.
Waktu
pemindahan bahan dari satu proses ke proses yang lain dalam industri dapat
dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan.
3.
Memperlancar
aliran kerja.
Diupayakan
untuk menghindari gerakan balik (back tracking), gerakan memotong (cross
movement), dan gerak macet (congestion), dengan kata lain material diusahakan
bergerak terus tanpa adanya interupsi oleh gangguan jadwal kerja.
4.
Kepuasan
dan keselamatan kerja
5.
Fleksibilitas,
Yaitu dapat mengantisipasi perubahan teknologi, komunikasi, kebutuhan konsumen.
Untuk menjaga fleksibilitas, diadakan penyesuaian kembali (relayout), yaitu
suatu perubahan kecil dalam suatu penataan ruangan, tetapi tidak menutup
kemungkinan adanya perubahan desain produk yang memungkinkan berubahnya layout
secara total.
Merupakan sebuah desain yang meminimalkan biaya total dengan mencapai paduan
yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. Manajemen bertugas
mamaksimalkan tiap unit luas gudang dengan memanfaatkan volume penuhnya sambil mempertahankan biaya
penanganan bahan yang rendah.
Biaya penanganan bahan adalah
biaya-biaya yang berkaitan dengan transportasi bahan yang masuk, penyimpanan dan bahan
keluar, meliputi ; peralatan, tenaga kerja, bahan, biaya penga wasan, asuransi, dan penyusutan.
Manajemen gudang yang modern merupakan suatu prosedur otomatis yang
menggunakan ASRS (Automated Storage Retrieval System). Ada tiga konsep yang dikenal dalam
layout gudang yaitu:
1.
Cross Docking
2.
Random Stocking
3.
Customizing
Adalah cara menghindari penempatan bahan atau pasokan dalam gudang
dengan cara memproses secara langsung disaat diterima. Hal ini dilakukan untuk
menghindari aktivitas penerimaan secara formal, penghitungan stock/penyimpanan
dan pemilihan pesanan sehingga terjadi penghematan biaya
Cross Docking yang baik
membutuhkan :
1.
Penjadwalan yang ketat.
2.
Pengiriman
yang diterima memiliki identifikasi produk yang akurat dengan kode gar
Digunakan di gudang untuk menempatkan persediaan dimana
terdapat lokasi yang terbuka. Teknik ini berarti bahwa ruangan tidak perelu
dikhususkan untuk barang-barang tertentu dan fasilitas dapat dimanfaatkan
dengan lebih baik. Karakteristik
random stocking adalah :
1.
Memiliki daftar lokasi yang “terbuka”
2.
Memiliki catatan persediaan sekarang beserta
likasinya secara akurat.
3.
Mengurutkan
barang-barang dalam urutan tertentu untuk meminimalkan waktu perjalanan yang
dibutuhkan untuk menjemput pesanan.
4.
Memadukan
pesanan untuk mengurangi waktu penjemputan
5.
Menempatkan barang atau sekumpulan barang tertentu pada wilayah
gudang yang tertentu sehingga jarak tempuh total dalam gudang dapat diminimalkan.
Merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk
melalui modifikasi, perbaikan, pelabelan dan pengepakan.Cara ini biasanya
berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar dimana terdapat
perubahan produk yang sangat cepat.

EFISIENSI PENGANGKUTAN DAN PENGIRIMAN
Efisiensi dalam pengangkutan dan pengiriman barang perlu
ditingkatkan untuk mencapai kondisi dan performa maksimum dalam mencapai
kepuasan pelanggan. Metode peningkatan efisiensi delivery adalah:
1.
Peningkatan persentase penggunaan
kendaraan dan muatan.
Peningkatan persentase penggunaan
kendaraan dan muatan.
2.
Pemilihan
armada yang tepat.
3.
Pegambilan
rute yang tepat.
4.
Penyingkatan
waktu tunggu.
5.
Pemerataan
jumlah delivery.
6.
Peningkatan
moralitas driver.
7.
Menjalin
kerjasama yang baik
8.
dengan
pihak penerima barang

DELIVERY CONVENIENCE STORE
Adalah salah satu bentuk sistem delivery untuk mempermudah
pelayanan pengangkutan dan pengiriman. Sistem ini lahir dari kesulitan dalam
penerimaan, pengecheckan, pengangkutan dan pengiriman. Sebelumnya, aktivitas –
aktivitas diatas menjadi sebuah masalah ketika dalam satu hari terjadi
pengiriman dalam jumlah besar, sehingga frekuensi kendaraan yang keluar masuk
tinggi
Perbaikan sistem yang dilakukan adalah dengan:
1.
Sistem
Delivery Vendor Bersama
Menggunakan
distribution center yang mewakili vendor untuk melayani pengiriman ke customer.
2.
Sistem
Delivery Truk Bersama
Melakukan
pengambilan barang dari vendor ke vendor secara kolektif, seperti implementasi
pada sistem milk run.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar