|
TUGAS SEMINAR
|
|
ANALISIS
FAKTOR UTAMA DALAM KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT DI INDONESIA TAHUN 2012
|
BAB
I - PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki letak
geografis yang strategis sehingga disebut zamrud khatulistiwa. Indonesia juga
memiliki beraneka ragam sumber daya laut yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Tidak heran sejak dahulu kala Indosnea diperebutkan oleh Negara asing untuk di
jajah. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan
kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai kepentingan antar bangsa
seperti perdagangan dan komunikasi.
Penguasaan lautan oleh nenek moyang kita baik di masa
kejayaan Sriwijaya, Majapahit maupun kerjaan Bugis-Makasar telah menunjukkan
bahwa bangsa Indonesia mencintai lautan sejak jaman dahulu kala. Sejarah telah
mencatat kejayaan Indonesia di lautan. Akan tetapi pada masa sekarang ini
Indonesia tidak dapat menunjukkan kejayaannya masa lampau. Banyak sekali
saat ini kecelakaan transportasi laut yang terjadi sehingga menyebabkan tidak
sedikit korban jiwa yang melayang. Sebagai gambaran umum saja bahwa menurut data
KNKT pada tahun 2010 saja sudah terjadi 128 kasus atau naik 5 persen dari tahun
2009. Kecenderungan naiknya angka kecelakaan laut menunjukkan ada beberapa
faktor penting yang diabaikan.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dijabarkan secara
singkat mengenai “ANALISIS FAKTOR UTAMA DALAM PERKEMBANGAN TRANSPORTASI LAUT DI
INDONESIA”.
2.
MAKSUD DAN TUJUAN PENULISAN
2.1
MAKSUD PENULISAN
Penulis
ingin memaparkan faktor yang paling penting yang harus diperhatikan oleh
seluruh pihak agar keselamatan transportasi laut dapat dijaga. Seluruh pihak
yang terlibat juga harus sadar jika faktor penting tersebut harus dijalankan
untuk kepentingan bersama.
2.2
TUJUAN PENULISAN
Agar
pembaca memahami dan sadar bahwa keselamatan transportasi bukan hal yang sepele
dan biasa saja. Selain itu, agar faktor-faktor penting yang akan diterangkan
secara singkat ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus
meningkatkan kedisiplinan dalam menggunakan moda transportasi laut.
3.
METODE PENULISAN
Metode
yang digunakan oleh penulis dalam membuat makalah ini adalah dengan menggunakan
metode kepustakaan. Serta dengan mengumpulkan berbagai data yang kompeten
melalui internet.
4.
LANDASAN TEORI
Dalam
penulisan makalah ini landasan teori yang kami gunakan sebagai acuan adalah UU.
No.17 tahun 2088 yang mengatur transportasi laut. Di dalam UU no.17 tahun 2008
pada salah satu pasalnya menjelaskan bahwa pemerintah wajib memperlancar arus
lalu lintas laut baik itu penumpang dan barang dengan aman dan selamat. Oleh
karena itu, sebagai implementasinya harus ada upaya yang serius dari berbagai
pihak guna mewujudkan transportasi laut yang aman. Selain itu dalam
konvensi Safety of Life At Sea ( SOLAS ) pada tahun 1974
disepakati bahwa yang mencakup aspek keselamatan kapal yaitu termasuk
konstruksi, navigasi dan komunikasi
5.
ANALISIS SWOT
Kemungkinan perkembangan
transportasi laut di Indonesia dapat dianalisis sebagai berikut :
1. Strenght/kekuatan (faktor
internal) :
a. Kondisi geografis Indonesia cukup strategis ;
b. Perbaikan perekonomian nasional ;
a. Kondisi geografis Indonesia cukup strategis ;
b. Perbaikan perekonomian nasional ;
2. Weakness/kelemahan (faktor
internal) :
a. Investasi besar ;
b. Sumber Daya Manusia rendah ;
c. Sarana belum memadai ;
d. Prasarana kurang memadai ;
e. Kebijakan Pemerintah/ Penegakan hukum kurang memadai ;
a. Investasi besar ;
b. Sumber Daya Manusia rendah ;
c. Sarana belum memadai ;
d. Prasarana kurang memadai ;
e. Kebijakan Pemerintah/ Penegakan hukum kurang memadai ;
3. Opportunity/Peluang (faktor
eksternal) :
a. Pangsa pasar besar ;
b. Kondisi perdagangan dunia meningkat
a. Pangsa pasar besar ;
b. Kondisi perdagangan dunia meningkat
4. Threat/ancaman (faktor eksternal)
:
a. Persaingan dengan perusahaan asing ;
b. Citra negatif perusahaan Indonesia dimata internasional.
a. Persaingan dengan perusahaan asing ;
b. Citra negatif perusahaan Indonesia dimata internasional.
BAB II PEMBAHASAN
1. POKOK PERMASALAHAN.
Indonesia sebagai Negara maritime seharusnya dapat
memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada. Peran serta pemerintah
serta masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi laut sangat penting untuk
memajukan transportasi laut di Indonesia. Bila dicermati kembali rangakaian
kecelakaan laut di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor penting tetapi
kurang diperhatikan.
Berikut ini penjelasan singkat mengenai faktor-faktor
penting yang harus diperhatikan guna menunjang keselamatan transportasi laut di
Indonesia antara lain :
A)
Armada Kapal Laut.
Kesiapan
armada kapal laut menjadi penting karena kebanyakan kecelakaan laut yang terjadi
disebabkan armada yang digunakan sudah using dan tidak pernah dilakukan
perawatan. Jika awak kapal senantiasa memelihara dan merawat kapalnya tentu
masalah teknis yang timbul dapat diminimalisir walaupun kapal yang digunakan
sudah berumur. Selain itu, perlengkapan keselamatan harus diperhatikan oleh
penyedia jasa angkutan laut. Banyaknya korban jiwa yang melayang dapat
disebabkan oleh kurangnya peralatan penolong seperti jaket pelampung, kapal
sekoci dan lainnya. Jika ada sebagian besar tidak dapat difungsikan karena
kurangnya perhatian dari awak kapal mengenai pentingnya alat penolong jika
terjadi kecelakaan di laut. Teknologi navigasi dan system informasi sebagian
besar kapal laut yang beroperasi di Indonesia juga harus diperbaharui. Hal ini
penting mengingat iklim yang sulit ditebak karena pengaruh pemanasan global
sehingga kapal harus dilengkapi oleh system navigasi dan informasi yang
mutakhir untuk menghindari kemungkinan terburuk jika timbul badai secara
tiba-tiba.
B)
KESADARAN PENGGUNA ANGKUTAN.
Mengingat
tingginya pengguna moda transportasi laut maka dibutuhkan kesadaran oleh
masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk mentaati peraturan yang
berlaku. Hal ini penting agar keselamatan pengguna sendiri terjamin selama
menggunakan transportasi laut. Banyak contoh yang ditemukan dilapangan ketika
arus mudik tiba banyak pengguna yang tidak mentaati peraturan dilarang merokok
di area parkir kendaraan dalam kapal.
C)
PERAN PEMERINTAH.
Peran
pemerintah dalam hal ini mengenai pengawasan dalam penerapan aturan yang
berlaku pada transportasi laut. Pengawasan apartur pemerintah yang
berwenang dirasa kurang sehingga banyak armada kapal transportasi laut yang
tidak layak berlayar mendapat ijin berlayar karena kurang tegasnya aparatur pemerintah
sebagai pengawas. Selain itu, campur tangan pemerintah sangat penting dalam
pengembangan armada kapal yang digunakan. Seperti penyediaan alat navigasi bagi
nelayan sehingga dapat menentukan posisi dimana spot ikan yang melimpah. Serta
dapat mengetahui jika ada badai yang tiba-tiba dating. Sehingga jika system
komunikasi sudah diperbaharui dapat memberitahu jika ada masalah emergency.
Dalam UU no.17 tahun 2008 pada pasal 3 diterangkan bahwa pemerintah wajib
memperlancar arus perpindahan orang dan / barang melalui perairan. Jika dalam
kenyataannya sekarang banyak sekali kecelakaan – kecelakaan laut yang terjadi
berarti tanggung jawab pemerintah yang tertuang dalam undang-undang tersebut
patut dipertanyakan. Karena keamanan laut mengandung pengertian bahwa laut bias
dikendalikan dan aman digunakan oleh pengguna untuk bebas dari ancaman atau
gangguan navigasi yang ditimbulkan oleh kondisi alam serta kurang memadainya
sarana bantu navigasi sehingga membahayakan pelayaran.
BAB III – PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Penjelasan
singkat mengenai faktor keselamtan transportasi laut di Indonesiamemberikan
gambaran bahwa walaupun Indonesia dikenal sebagai Negara maritim tapi dalam
kenyataannya Indosneia masih belum mampu memberikan rasa aman kepada
masyarakat. Beberapa hal menjadi sorotan diantaranya reformasi terhadap armada
kapal yang digunakan serta kesadaran dan peran aktif masyarakat pengguna moda
transportasi laut dalam mentaati peraturan yang berlaku. Dan yang tidak kalah
penting adalah pern serta pemerintah untuk mewujudkan keselamatan transportasi
laut.
2.
SARAN.
Indonesia
sebagai Negara maritime seharusnya mampu menyediakan saran dan prasaran yang
memadai guna menunjang kebutuhan masyarakat akan transportasi yang murah dan
aman. Peran serta masyarakat sebagai pengguna dibutuhkan guna mewujudkan system
transportasi laut yang aman. Para penyedia angkutan kapal juga seharusnya
memperhatikan kondisi kapal yang akan berlayar. Serta merawat secara berkala
agar tidak terjadi masalah besar saat berlayar. Alat-alat keselamatan yang
menjadi kunci penting jika terjadi kecelakaan seharusnya juga dicek apakah
masih berfungsi atau tidak.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
UU no. 17 tahun 2008 tentang
pelayaran
2.
Hasyim Djalal, “ Combating Piracy :
Cooperation needs: efforts and challenges “. Gramedia pustaka utama, Jakarta
2010.
3.
Djoko Pramono, “ Budaya Bahari “
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2010.
4.
Menuju Kejayaan Bngsa Bahari,
Majalah berita Indonesia, Jumat 23 November 2007.
5.
Sputra Lingga , webarchive Okezone,
16 Oktober 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar