Kamis, 21 Februari 2013

Metodologi Penelitian



JUDUL - 1
B.Tabrakan Kapal, KM Bahuga Jaya           di Selat Sunda
Tujuh orang tewas sementara 208 orang dievakuasi akibat tabrakan antara kapal feri dan kapal kargo di Selat Sunda.

Suasana di Selat Sunda.
Pejabat pemerintahan mengatakan bahwa tujuh orang tewas setelah kapal motor cepat yang ditumpanginya tabrakan dengan kapal tanker dan tenggelam di Selat SundaJuru bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan, seperti dikutip kantor berita Associated Press, mengatakan bahwa 208 awak kapal dan penumpang telah dievakuasi setelah kecelakaan yang terjadi Rabu (26/9) subuh.

Masih belum jelas berapa jumlah penumpang yang ada di kapal motor cepat, yang memiliki sekitar 30 awak kapal itu.Kapal motor cepat Bahuga Jaya yang berlayar dari Jawa ke Sumatera itu tenggelam setelah tabrakan dengan kapal tanker berbendera Singapura Norr Gastar , sekitar enam kilometer dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Budiharto kepada VoA menjelaskan kapal tanker itu mengangkut minyak gas dari Afrika Selatan menuju Singapura.

“[Faktor] cuaca saya kira tidak, kan mereka punya lampu dan radar kapal. Hingga kini masih dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan di bawah koordinasi Badan SAR Nasional. Tim SAR gabungan ini dari Marinir, TNI AL, Polisi Air Udara (Polairud) dan SAR Jakarta, kurang lebih 40 orang. Pencarian ini dilakukan dalam beberapa hari ke depan, tergantung dari Basarnas,” ujar Budiharto.

Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia Ajiph Razifwan Anwar memperkirakan ada dari kedua awak kapal yang tidak mematuhi aturan navigasi ketentuan internasional tentang Peraturan Pencegahan Tabrakan Kapal (International Regulations for Preventing of Collisions at Sea 1972).



JUDUL - 2
Feri Terbalik di India, Ratusan Orang Hilang 103 Tewas
Polisi mengatakan feri yang mengangkut sekitar 350 penumpang pecah dan tenggelam di Sungai Brahmaputra di negara bagian Assam, Senin (30/4).
Warga desa Buraburi menarik bangkai perahu yang terbelah dari sungai Brahmaputra (1/5). Regu penyelamat dan penyelam telah menemukan sedikitnya 100 korban musibah tersebut, dan selebihnya masih dinyatakan hilang.

Para pejabat India mengatakan hujan lebat dan kegelapan membuat operasi tim SAR ditangguhkan setelah setidaknya 103 orang tenggelam akibat feri yang penuh sesak terbalik di salah satu sungai terbesar India.

Upaya untuk menemukan lebih dari 100 orang lainnya akan dilanjutkan Selasa pagi. Kapal bertingkat dua itu dipenuhi orang, karung-karung beras dan barang-barang lain, dan tidak memiliki sekoci ataupun jaket pelampung.

Kapal yang sarat itu memuat 300 orang penumpang serta berkarung-karung beras dan barang lain. Tidak ada sekoci atau jacket pengapung dalam kapal. Kecelakaan itu adalah yang paling buruk dalam ingatan di daerah bagian timur-laut India.  Para petugas pertolongan terhambat oleh hujan lebat dan angin kuat.

Pihak berwenang India mengatakan mereka menghubungi pejabat di Bangladesh meminta bantuan mencari korban selamat. Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan ia terkejut dan berduka akibat insiden itu.

Brahmaputra, salah satu sungai terbesar di Asia, berhulu di Tibet dan mengalir lewat India dan Bangladesh menuju Teluk Benggala.


DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………….   I

Daftar isi…………………………………………………………………………..…...  II

A .      Analisa Penyebab Tubrukan Kapal di Laut………………………..………..   1

B.      Tabrakan Kapal Ferri dan Kapal Tanker  di Selat Sunda…….…….……...... 3

C.      Perumusan Masalah dan Hipotesis Penelitihan Tabrakan Kapal Ferri……...5

D.      Artikel Kapal Ferri terbalik di india Menjadi 103 orang  …… ……….….…. 6

E.      Perumusan Masalah dan Hipotesis Penelitihan tentang
          Kapal Feri terbalik di india di india Menjadi 103 orang  ………………..…..  7

F.       Referensi………………………………………………………………………….8








A.Analisa Penyebab Tubrukan Kapal di Laut
Bagi kebanyakan masyarakat dapat dipastikan bertanya-tanya, laut yang begitu luas masih juga terjadi tubrukan kapal, yang disayangkan terdapat korban jiwa.
Di atas kapal, terdapat beberapa jabatan, diantaranya, Nahkoda (Kapten Kapal), Mualim (Perwira Deck), Masinis (Perwira Mesin), Bosun (Juru Serang/Mandor Deck), Juru Mudi, Juru Minyak, Koki dan Pelayan.
Adalah seorang Nahkoda/Kapten Kapal yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan kapal,
crew, lingkungan dan cargo yang dibawanya.
Dan seorang Nahkoda memiliki otoritas penuh untuk mengambil segala macam tindakan untuk tetap aman. Hal ini karena hirarki dikapal sudah baku, walaupun pada saat kejadian Nahkoda tidak berada di anjungan, hanya Mualim Jaga dan Juru Mudi.
Penulis akan mencoba meng-analisa kasus tubrukan yang terjadi di Selat Sunda, berdasarkan ColReg (International Regulations for Preventing Collisions at Sea)
atau yang di kenal di Indonesia dengan sebutan P2TL (Peraturan tentang Pencegahan Tubrukan di Laut) antara KM (Kapal Motoor) Bahuga Jaya dengan MT (Motoor Tanker) Nor Gaftar (mohon maaf bila nama kapal salah, karena banyak diberitakan dengan nama berbeda-beda)
Terlalu naif bila alasannya pada akhirnya akibat dari cuaca, karena sekarang setiap kapal sudah diharuskan dilengkapi dengan peralatan-peralatan elektronik guna membantu bernavigasi, dan peralatan tersebut masing-masing memiliki back up tenaga cadangan apabila terjadi keadaan darurat dan ada juga peralatan yang diharuskan dimiliki 2 buah, seperti Radar dan GPS (Global Positioning System). Seperti di wajibkan dalam SOLAS (Safety of Life at Sea). Walaupun tidak menutup kemungkinan cuaca dapat mempengaruhinya.
Setelah ber-googling untuk mengetahui posisi dan situasi kedua kapal pada saat tubrukan, penulis mendapatkan gambaran tentang posisi kedua kapal pada saat terjadi tubrukan. Dapat dilihat di sini http://m.liputan6.com/read/440109/kapal-bahuga-jaya-ditabrak-di-lambung-kiri.
Ada terdapat banyak pasal di dalam ColReg, namun untuk memudahkan di mengerti (dan juga agar singkat . Penulis hanya akan membahas tentang beberapa pasal saja.
Pasal 10.
Traffic Separation Scheme (tata pemisahan lalu lintas).
Huruf a - l.
Penulis tidak akan menjabarkan pasal ini, karena di selat sunda tidak ada TSS.
Selat Sunda merupakan selat tersibuk di Indonesia, namun disana belum/tidak ada TSS, fungsi TSS adalah untuk memisahkan pergerakan kapal yang memiliki arah berbeda. Atau dijalan raya seperti Jalur dua arah. Maka dapat dipastikan lalu lintas di selat sunda belumlah teratur.
Pasal 15.
Crossing situation (Situasi memotong).
When two power-driven vessels are crossing so as to involve risk of collision, the vessel which has the other on her own starboard side shall keep out of the way and shall, if the circumstances of the case admit, avoid crossing ahead of the other vessel’.
Intinya, kapal (tenaga) yang mendapatkan kapal
lain di kanannya harus menghindar, dan berusaha menghindari memotong haluan.
Pasal 16.
Action by give-way vessel.
(Tindakan Kapal yang menghindar).
‘Every vessel which is directed to keep out of the way of another vessel shall, so far as possible, take early and substantial action to keep well clear’.
Intinya, lakukan tindakan sedini mungkin + tegas (rubah haluan yang besar agar terpantau melakukan perpindahan haluan) lakukan pada sektor awal (3 - 6 mil laut).
Pasal 17.
Action by stand-on vessel.
(Tindakan kapal yang bertahan).
(a) (i) ‘where one of two vessels is to keep out of the way the other shall keep her course and speed’.
Intinya, Bertahan = mempertahankan haluan dan kecepatan.
(ii) ‘The latter vessel may, however, take action to avoid collision by her manoeuvre alone, as soon as it becomes apparent to her that the vessel required to keep out of the way is not taking appropriate action in compliances with these rules’.
Intinya: Dapat melakukan tindakan menghindari tubrukan hanya dengan olah geraknya. Segera setelah kapal yang diwajibkan menghindar tidak melakukan tindakan.

(d) ‘This rule does not relieve the give-way vessel of her obligation to keep out of the way’.
Intinya, Kapal yang diwajibkan menghindar, tidak dibebaskan untuk tetap melakukan aturan ini.
Demikianlah penjabaran yang penulis ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Kiranya penjabaran ColReg diatas dapat memberikan gambaran atas tindakan yang seharusnya di ambil oleh Perwira Jaga yang bertugas untuk menghindari tubrukan tersebut.



KATA PENGANTAR

Dengan ini penyusun memanjatkan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan anugerah NYA sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah tugas “ Hipotesis Penelitian” Mengenai Tubrukan Kapal dilaut.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini.Penyusun mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan tugas ini.
Laporan tugas mandiri ini untuk meneliti Hipotesis Tentang tubrukan kapal laut yang merupakan bidang studi metadologi. Akhir kata semoga Artikel ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya.



C. Perumusan Pokok masalah dari Artikel Tabrakan di Selat Sunda antara lain
A . Apakah terdapat hubungan antara Tubrukan Kapal Tanker dengan Kapal Penumpang

      KM.Bahuga Jaya,karena Crew Kapal tidak Memahami Peraturan (COLREG)
      saat berada di Perairan sempit?
                  * . Variabel X antara lain : Tubrukan,Kapal Tanker dengan Kapal Penmpang
                  * . Variabel Y antara lain : Memahami,Perairan Sempit

 B.  Apakah terdapat pengaruh Cuaca Buruk dan Gelombang besar saat terjadi    Tubrukan
                 Kapal Tanker dan Kapal Penumpang di Selat Sunda?
                 *.  Variabel X antara lain : Cuaca Buruk dan Gelombang, Kapal Tanker dan                  
                                                             Kapal Penumpang
                 * . Variabel Y antara lain : Pengaruh,Tubrukan
Hipotesis Penelitihan dari Artikel ini adalah sebagai berikut :
      A. .Diduga Kecelakaan tubrukan kapal KM Bahuga Raya bukan disebabkan oleh faktor
cuaca karena pada kapal KM Bahuga Raya terdapat radar dan lampu navigasi yang
bekerja sangat baik sehingga kopetensi dari kedua awak kapal tentang navigasi
perlu di selidiki.
B.        Adanya pengaruh ketrampilan kedua awak kapal sangat menentukan kedua awak

kapal yang   tidak  mematuhi aturan navigasi ketentuan internasional tentang

Peraturan  Pencegahan  Tabrakan  Kapal  (International Regulations for Preventing

of Collisions at Sea 1972).





E. Perumusan Pokok masalah dari Artikel Kapal Ferri terbalik di India  antara lain
A . Apakah ada faktor Human Error yang mengakibatkan kecelakaan terbaliknya kapal  penumpang dan menewaskan103  orang  dan tidak terdapatnya sekoci  di kapal yang merupakan kecelakaan Maritim terburuk Di India .
                  * . Variabel X antara lain : Terbalik, dan menewaskan, sekoci
                  * . Variabel Y antara lain : kecelakaan, terburuk, alat keselamatan
B. Apakah terdapat pengaruh Cuaca Buruk dan Gelombang besar saat kapal terbalik?
                 *.  Variabel X antara lain : Cuaca Buruk dan Gelombang,
                 * . Variabel Y antara lain : Pengaruh,Tubrukan
Hipotesis Penelitihan dari Artikel ini adalah sebagai berikut :

A.    Diduga Kapal yang sarat itu memuat 300 orang penumpang serta berkarung-karung

beras dan   barang lain. Tidak ada sekoci atau jacket pengapung dalam

 kapal. Kecelakaan itu adalah yang paling buruk dalam ingatan di daerah bagian

 timur-laut India.

B.      Para petugas pertolongan terhambat oleh hujan lebat dan angin kuat

 Pihak berwenang India mengatakan mereka menghubungi pejabat di Bangladesh

 meminta bantuan mencari korban selamat. Perdana Menteri India Manmohan Singh

             mengatakan ia terkejut dan berduka akibat insiden itu..





F. REFERENSI
·       Buku Keselamatan Pelayaran  DiLingkungan Teritorial
(  karangan Dr.D.A.Lasse,SH,MM )
·       Pelabuhan –Pemanduan Kapal
·       Collision Regulation 1974 Book
·       Web site .Detik com news
·       Website .VOI com news

SCM- WAREHOUSE MANAGEMENT



WAREHOUSE MANAGEMENT

Secara ringkas warehouse management (manajemen gudang) diartikan pengelolaan dari aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara.
Gudang berfungsi sebagai pusat logistik namun tidak memberi nilai tambah secara langsung, sehingga prestasi kerja tidak begitu terlihat.
Jadi sesempurnanya sebuah gudang, memang begitulah seharusnya dan bukan sebuah prestasi. Misalkan biaya gudang ditarget harus di bawah 5% dari total biaya yang dikeluarkan, ini sangat sulit dicapai, tetapi ketika kita mencapainya tidak ada prestasi tersendiri, lumrah. Beda dengan sales yang bisa sekreatif mungkin memainkan angka-angka..
DSC01143.JPG
Pengelolaan fungsi gudang yang baik ikut berperan penting dalam kesuksesan perusahaan.Aktivitas pengelolaan gudang yang efektif dan efisien perlu dipahami agar fungsi gudang bisa lebih ditingkatkan. Berikut aktivitas yang dilakukan dalam pengelolaan gudang:
1.     Penerimaan
2.     Penyimpanan
3.     Pengendalian/Perawatan
4.     Pengeluaran / Distribusi
5.     Pelaporan
Logistic 056.jpgPicture 002.jpg

Hal-hal yang perlu dilakukan pada saat penerimaan material adalah :
1.     Pemeriksaan dokumen (Delivery Order, Surat Jalan, dll)
2.     Barang yang belum diperiksa disimpan di “TRANSIT AREA”
3.     Pemeriksaan Mutu (Incoming Quality Control)
            100 % inspection
                        100% inspection dilakukan untuk :
1.     Supplier baru.
2.     Produk baru.
3.     Inkonsistensi kualitas material.
4.     Ada masalah baru yang timbul.
            Sampling inspection
                        Metode sampling dilakukan bila :
A.    Kualitas material konsisten.
B.     Tidak ada masalah yang serius.
4.     Pemeriksaan quantity barang
5.     Penyelesaian Administrasi
6.     Proses Handling yang benar
Logistic 015.jpg

Hal-hal yang perlu dilakukan pada saat penyimpanan material :
A.    Penentuan jumlah unit per kelompok
B.     Barang kecil dikelompokkan per bungkus dengan quantity
C.     tertentu.
D.    Pemberian identitas material
E.     dan tanggal kedatangan.
F.     Penyimpanan pada layoutnya.
G.    Penyimpanan di rak secara
H.    sistematis sesuai pemetaan.
I.       Penyimpanan berdasarkan
J.       prinsip FIFO.
K.     Isi stock card sesuai quantity
L.      material yang masuk




Pengendalian material yang dimaksud adalah melakukan kontrol inventory. Kontrol inventory dilakukan dengan tujuan agar inventory  yang ada :
1.     Diketahui nilainya secara pasti
2.     Diketahui jumlahnya
3.     Terpantau pergerakannya
4.     Terpantau penggunaannya
5.     Cepat terdeteksi jika terjadi abnormality

Perawatan yang perlu dilakukan terhadap material :
1.     Aktivitas housekeeping (5R)
2.     Pemeriksaan kembali untuk material yang telah disimpan dalam kurun waktu tertentu.
3.     Perlakuan khusus untuk kondisi khusus
Sebagai lokasi transit sementara sebelum didistribusikan ke proses berikutnya, gudang berperan penting dalam penyediaan material untuk proses produksi. Untuk itu, sebelum material didistribusikan ke proses yang memerlukannya, perlu dilakukan penyiapan secara fisik material dan secara administrasi agar fungsi gudang sebagai pusat logistik berperan maksimal..
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyiapan dan distribusi material :
1.     Ketepatan jenis dan quantity material yang diprepare terhadap kebutuhan proses atau terhadap permintaan.
2.     Ketepatan waktu distribusi untuk menghindari waktu yang hilang (downtime)
3.     Dokumentasi

Dari setiap transaksi keluar masuknya material dari dan ke gudang material, ada poin poin penting yang harus disajikan dalam bentuk pelaporan. Laporan-laporan tersebut adalah :
1.     Laporan Incoming Material
Mencakup semua transaksi incoming material


2.     Laporan Stock Material
Melaporkan kondisi stock material yang digunakan sebagai pertimbangan untuk menyusun penjadwalan produksi dan data untuk monitoring inventory
3.     Laporan Outgoing Material
Mencakup semua rekord transaksi material yang keluar dari gudang material, baik ke produksi atau ke workstation lainnya.
Dari update ketiga laporan diatas, dapat ditarik laporan turunan yang dipergunakan sesuai keperluan dan tujuan masing-masing pihak terkait.
Khusus bagi material control, ketiga data tersebut diperlukan untuk monitoring status purchase order, ketersediaan material untuk produksi, monitoring penggunaan material, pelaporan ke manajemen dan sebagai dasar penyusunan material requirement planning secara periodik.
LAYOUT
Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaan
Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.
Perencanaan layout menurut James A Moore adalah rencana dari keseluruhan tata letak fasilitas industri yang didalamnya, termasuk bagaimana personelnya ditempatkan, alat-alat operasi gudang, pemindahan material, dan alat pendukung lain sehingga akan tercipta suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan

Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:
1.     Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas, tenaga kerja dan biaya.
2.     Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja.
3.     Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
4.     Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.
5.     Peningkatan fleksibilitas.
Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan sebagai sesuatu yang dinamis dan mempunyai fleksibilitas.
home.jpg

Prinsip dasar penyusunan layout :
1.     Integrasi secara total terhadap faktor-faktor produksi.
2.     Jarak pemindahan bahan paling minimum.
Waktu pemindahan bahan dari satu proses ke proses yang lain dalam industri dapat dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan.
3.     Memperlancar aliran kerja.
Diupayakan untuk menghindari gerakan balik (back tracking), gerakan memotong (cross movement), dan gerak macet (congestion), dengan kata lain material diusahakan bergerak terus tanpa adanya interupsi oleh gangguan jadwal kerja.


4.     Kepuasan dan keselamatan kerja 
5.     Fleksibilitas, Yaitu dapat mengantisipasi perubahan teknologi, komunikasi, kebutuhan konsumen. Untuk menjaga fleksibilitas, diadakan penyesuaian kembali (relayout), yaitu suatu perubahan kecil dalam suatu penataan ruangan, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya perubahan desain produk yang memungkinkan berubahnya layout secara total.

Merupakan sebuah desain yang meminimalkan biaya total dengan mencapai paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. Manajemen bertugas mamaksimalkan tiap unit luas gudang dengan memanfaatkan volume penuhnya sambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah.

Biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan transportasi bahan yang masuk, penyimpanan dan bahan keluar, meliputi ; peralatan, tenaga kerja, bahan, biaya penga wasan, asuransi, dan penyusutan.
Manajemen gudang yang modern merupakan suatu prosedur otomatis yang menggunakan ASRS (Automated Storage Retrieval System). Ada tiga konsep yang dikenal dalam layout gudang yaitu:
1.     Cross Docking
2.     Random Stocking
3.     Customizing
Adalah cara menghindari penempatan bahan atau pasokan dalam gudang dengan cara memproses secara langsung disaat diterima. Hal ini dilakukan untuk menghindari aktivitas penerimaan secara formal, penghitungan stock/penyimpanan dan pemilihan pesanan sehingga terjadi penghematan biaya
Cross Docking yang baik membutuhkan :
1.     Penjadwalan yang ketat.
2.     Pengiriman yang diterima memiliki identifikasi produk yang akurat dengan kode gar
Digunakan di gudang untuk menempatkan persediaan dimana terdapat lokasi yang terbuka. Teknik ini berarti bahwa ruangan tidak perelu dikhususkan untuk barang-barang tertentu dan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Karakteristik random stocking adalah :
1.     Memiliki daftar lokasi yang “terbuka”
2.     Memiliki catatan persediaan sekarang beserta likasinya secara akurat.
3.     Mengurutkan barang-barang dalam urutan tertentu untuk meminimalkan waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk menjemput pesanan.
4.     Memadukan pesanan untuk mengurangi waktu penjemputan
5.      Menempatkan barang atau sekumpulan barang tertentu pada wilayah gudang yang tertentu sehingga jarak tempuh total dalam gudang dapat diminimalkan.

Merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk melalui modifikasi, perbaikan, pelabelan dan pengepakan.Cara ini biasanya berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat.
Logistic 018.jpg

EFISIENSI PENGANGKUTAN DAN PENGIRIMAN
Efisiensi dalam pengangkutan dan pengiriman barang perlu ditingkatkan untuk mencapai kondisi dan performa maksimum dalam mencapai kepuasan pelanggan. Metode peningkatan efisiensi delivery adalah:
1.     DSC00228 copy.jpgPeningkatan persentase penggunaan kendaraan dan muatan.
2.     Pemilihan armada yang tepat.
3.     Pegambilan rute yang tepat.
4.     Penyingkatan waktu tunggu.
5.     Pemerataan jumlah delivery.
6.     Peningkatan moralitas driver.
7.     Menjalin kerjasama yang baik
8.     dengan pihak  penerima barang
supply-chain-management-logistics0DD44F466700.jpg













DELIVERY CONVENIENCE STORE
Adalah salah satu bentuk sistem delivery untuk mempermudah pelayanan pengangkutan dan pengiriman. Sistem ini lahir dari kesulitan dalam penerimaan, pengecheckan, pengangkutan dan pengiriman. Sebelumnya, aktivitas – aktivitas diatas menjadi sebuah masalah ketika dalam satu hari terjadi pengiriman dalam jumlah besar, sehingga frekuensi kendaraan yang keluar masuk tinggi

Perbaikan sistem yang dilakukan adalah dengan:
1.     Sistem Delivery Vendor Bersama
Menggunakan distribution center yang mewakili vendor untuk melayani pengiriman ke customer.
2.     Sistem Delivery Truk Bersama
Melakukan pengambilan barang dari vendor ke vendor secara kolektif, seperti implementasi pada sistem milk run.